BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Rabu, 27 Juni 2012

Menghilangkan Rambut Kaki Menghilangkan Rambut Kaki. Anda ingin memiliki kaki yang halus dan mulus? Mengapa tidak mencoba cara alami? Resep murah dan hasil yang diperoleh oke punya. Kaki halus mulus bertahan hingga satu bulan. Wow, ini resep untuk menghilangkan rambut dari kaki tanpa menggunakan biaya mahal dan resep ini benar-benar bekerja. Resep Menghilangkan Rambut Kaki : • Sari jeruk nipis / lemon. • 1 cangkir gula • 1/4 cangkir madu Campur semua bahan dan panas dalam panci dan aduk sesekali sampai mendidih. Juga dapat menggunakan pemanasan microwave. Dinginkan sebentar, jika sudah tidak terlalu panas (hangat) bubuhkan campuran tipis dan merata pada kulit untuk menghilangkan rambut. Pastikan kulit kaki dicuci dengan sabun dan dikeringkan. Selanjutnya, memakai strip non-stretch kain katun yang telah diberi campuran madu dan gula,? atau juga dapat menggunakan kain yang lembut. Gosok tangan pada kain searah pertumbuhan rambut kaki sekitar tiga kali dan kemudian tarik dengan kencang dan menarik ke arah berlawanan dari pertumbuhan rambut. Ini adalah keterampilan, dan tidak membutuhkan pelatihan, tetapi akan menjadi lebih mudah jika sering dilakukan. Resep di atas juga sering disebut “sugaring” untuk penggunaan bahan utama sugar (gula) Apa perbedaan antara sugaring dan waxing (lilin)? • Lilin melekat pada kulit dan rambut kaki. Sementara pasta gula hanya melekat pada rambut sehingga mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamananpun berkurang. • Wax dapat diterapkan baik panas atau dingin pada kulit. Sementara pasta gula digunakan pada suhu kamar atau sedikit hangat. • Wax sering mengandung bahan kimia yang dapat agak kasar pada kulit jika digunakan berulang kali. Sementara pasta gula benar-benar alami dan lembut pada kulit. • Wax dibersikan agak sulit karena mengandung bahan berbasis minyak. Sementara pasta gula mudah dibersihkan, bahkan dengan cukup air panas. Dengan bahan-bahan dasar yang alami, tentunya juga akan mengurangi risiko iritasi kulit dan alergi terhadap bahan kimia, karena bahan-bahan alami banyak sekali memiliki manfaat untuk kecantikan dan Menghilangkan Rambut Kaki. Referensi : http://berbinarbinar.com/tips-kecantikan/tips-perawatan-kaki/menghilangkan-rambut-kaki.html

TIPS DIET ALAMI Cara menurunkan berat badan ini didedikasikan untuk sahabat yang giat berusaha kerja keras untuk diet atau menurunkan berat badannya. Sekedar berbagi tips diet yang sehat, cepat dan praktis. Nah langsung aja deh, info tips diet cara menurunkan berat badan nya : 1. Pada saat sarapan kalau bisa pilih menu makanan yang tinggi seratnya ditambah minuman jus jeruk 2. Kalau suka minum teh, mendingan minum teh hijau setiap hari dimana dapat membantu membakar sekitar 70 kalori lebih dalam sehari 3. Kalau suka minum susu, sebaiknya jangan pilih yang fullcream. Silahkan konsumsi minuman susu yang rendah lemak 4. Perbanyak minum air putih. Banyak orang tidak bisa membedakan rasa lapar dan haus. Saat mengira merasa lapar (padahal, sebenarnya haus), Anda akan mengkonsumsi makanan (yang sebetulnya tidak perlu Anda konsumsi) lalu, bagaimana cara membedakannya? Minum segelas air dan tunggu hingga 10 menit untuk mengetahui apakah Anda masih lapar. Jika ya, berarti Anda memang lapar. 5. Makan dengan cara perlahan. Mengapa orang Amerika lebih rentan terkena obesitas daripada orang Prancis? jawabannya, bukan saja karena porsi makan orang Amerika lebih banyak, tetapi juga karena orang Prancis sangat menikmati makanan mereka dalam setiap kunyahan, sehingga cenderung makan secara perlahan. Hal ini menyebabkan perut akan lebih cepal terasa kenyang yang pada akhirnya turut membantu menekan selera dan porsi makan. Bagi Anda yang belum terbiasa, coba trik ini: letakkan sendok atau garpu saat Anda sedang mengunyah, minum air mineral setiap selesai mengunyah, dan kunyah makanan beberapa kali sebelum menelannya. 6. Gunakan piring yang lebih kecil. Kebiasaan di negara kita adalah menghabiskan makanan yang tersaji di piring, berapa pun jumlah kalori makanan dan ukuran piring tersebut. Untuk menyiasatinya, gunakan piring yang berukuran lebih kecil. Anda akan merasa kenyang dengan makan lebih sedikit. 7. Batasi karbohidrat. Makanan tinggi protein, misalnya ikan, merupakan pilihan makan malam terbaik untuk mengkontrol bobot tubuh. Ini karena protein membuat Anda kenyang lebih lama. Jika Anda ingin mengkonsumsi karbohidrat, hindari yang sederhana, karena lebih cenderung disimpan sebagai lemak ketimbang digunakan sebagai energi. Mungkin itu aja tips sederhana mengenai diet sehat anda. Moga tips diet ini bisa dengan cepat dapat membuat anda langsing dan menjadi lebih pede dengan turunnya berat badan. Referensi : http://pancallok.blogspot.com/2010/01/tips-diet-sehat-cara-menurunkan-berat.html

Sabtu, 28 April 2012

Kasus yang terjadi pada perusahaan asuransi

Studi kasus Letter of Credit Perusahaan Asuransi 1. Memasuki Pasar BaruSkenario CottonCo adalah perusahaan perdagangan komoditi internasional. Mereka berbisnis terutama di Asia. Pembayaran dijamin oleh Letters of Credit. Mereka sedang mempertimbangkan untuk membuka pasar-pasar baru. Mereka menemukan kesempatan di Eropa. Tantangan CottonCo tidak mengenal para calon pelanggan. Calon pelanggan menolak untuk menggunakan Letters of Credit. CottonCo tidak berani memberikan open credit terms/open account karena khawatir risiko kredit. Solusi Polis asuransi kredit PT. Asuransi Allianz Utama Indonesia (“Allianz”) dapat melindungi semua penjualan dengan open account ke Eropa. Allianz melakukan penilaian kredit atas semua calon pelanggan CottonCo. 2. Tujuh Tersangka Kasus Askrindo Sudah Ditahan Selasa, 13 Desember 2011 , 08:56:00 WIB RMOL.Kasus pembobolan dana perusahaan asuransi di bawah bendera BUMN, PT Askrindo terus bergulir. Tersangka kasus ini bertambah empat, sehingga totalnya menjadi tujuh orang. Semuanya sudah ditahan. Setelah menahan Direktur PT Tranka Kabel (TK) Umar Zen alias A Chung pada Jumat (9/12), Polda Metro Jaya kemudian me¬nahan empat manajer investasi. Ke¬empat manajer investasi itu disangka terlibat pengalihan dana Askrindo sebesar Rp 439 miliar ke 10 perusahaan investasi. Ke-te¬rangan tentang penahanan ter¬sebut, disampaikan Direktur Re¬serse Kriminal Khusus (Dires-krimsus) Polda Metro Jaya Kom¬bes Sufyan S, kemarin. Empat manajer investasi itu ada¬lah, Markus Suryawan dan Beni Andreas dari PT Jakarta Se-curitas (PT JS), Ervan Fajar Man¬dala dari PT RAM dan Helmi Azwari dari PT Harves Aset Ma-na¬gement (HAM). Jadi, ter¬sang¬ka kasus ini hingga kemarin ber¬jumlah tujuh orang. ”Dua orang dari PT Askrindo, satu orang pe¬nerima aliran dana dan empat orang manajer in-vestasi,” urai Suf¬yan. Namun, dia tidak mau mem¬beberkan peran empat ma¬najer investasi tersebut. Kendati begitu, sumber di ling¬kungan Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya meng¬in¬for¬ma-sikan, empat manajer investasi itu mengelola aset Askrindo yang di¬alihkan ke perusahaan investasi. “Peran empat tersangka itu di¬ketahui dari pengakuan tersangka Re¬ne Setiawan dan Zulfan Lu¬bis,” ujarnya. Sekadar mengingatkan, dua orang dari PT Askrindo, yakni bekas Direktur Keuangan As¬krin¬do Zulfan Lubis (ZL) dan bekas Kepala Investasi Keuangan As¬krindo Rene Setiawan (RS) sudah lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka, tepatnya pada 18 Agustus 2011. Saat diperiksa, lanjut sumber itu, Rene dan Zulfan menye¬but¬kan bahwa ada dana Askrindo yang mereka alihkan ke perusa¬ha¬an investasi. Sedikitnya ter¬da¬pat 10 perusahaan manajer in¬vestasi yang diduga menjadi tem¬pat penampungan duit Askrindo. “Peran mereka sangat signifikan di situ,” ucapnya. Sumber tersebut juga menje¬las¬kan bagaimana peran Direktur PT Tranka Kabel Umar Zen dalam kasus ini. “Ada penyitaan Rp 120 miliar dari rumah Umar Zen. Setelah penyitaan itu, penyidik meme¬riksa Umar secara intensif dan menelisik rekening atas nama istri Umar, Tantri yang berisi Rp 400 miliar,” ungkapnya. Menurut sumber ini, hubungan antar tersangka sudah jelas. Umar, misalnya, mengajukan kre¬dit lewat fasilitas Letter of Credit (L/C) untuk menutupi dana yang dialihkan ke per¬usa¬haan investasi. “Itu dilakukan se¬cara bersama-sama,” ujarnya. Yang jelas, menurut Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Sufyan S, para tersangka dike¬na¬kan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang Un¬dang Nomor 31 tahun 1999 ten¬tang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 ayat (1) huruf a dan b Undang Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Ditanya, apakah jumlah ter¬sang¬ka kasus tersebut akan ber¬tam¬bah lagi, Sufyan tidak me¬ne¬pisnya. Soalnya, penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. “Kasus ini masih kami proses,” ujarnya. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar menambahkan, penyidik telah mengorek keterangan 37 saksi perkara ini, termasuk saksi ahli. Saksi ahli itu antara lain dari Ba¬dan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Ba¬dan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK). Ada pula ahli pidana, ahli tin-dak pidana pencucian uang dan ahli investasi. Penyidik juga telah memblokir 24 rekening. Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya telah mengirimkan ber¬kas perkara tersangka Rene dan Zulfan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Namun, hingga ke¬marin, ber¬kas dua tersangka ter¬sebut belum dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti perkara ini. Jak¬sa peneliti meminta penyidik Polda Metro Jaya melengkapi ber¬k¬as perkara dua tersangka kasus ini dengan keterangan saksi ahli tambahan. Nah, saksi tam¬bahan itu antara lain dari BPKP dan Bapepam LK. Mampukah Askrindo Mencicil Kerugian Itu… Reka Ulang PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berupaya mengem¬ba¬likan dana penyimpangan in¬vestasi secara bertahap. Per¬usa¬haan asuransi di bawah bendera BUMN ini menargetkan, keru¬gi¬an sekitar Rp 435 miliar akan lunas dalam lima tahun ke depan. Direktur Keuangan, Investasi dan Teknologi Informasi PT As¬krindo, Widya Kuntarto m¬e¬nya-takan, pihaknya telah merancang skema pengembalian dana secara bertahap. Yakni Rp 25 miliar sam¬pai Rp 30 miliar pada 2012, Rp 50 miliar sampai Rp 75 miliar pada 2013, Rp 75 miliar sampai Rp 100 miliar pada 2014 dan sisa¬nya hingga 2016. Saat ini, Askrindo baru bisa me¬narik dana Rp 5 miliar dari Jakarta Securites, satu dari lima pe-rusahaan pengelola aset ma¬najemen dana Askrindo. Jakarta In¬vestment dan Batavia Pros¬perindo Financial Services juga su¬dah mengembalikan duit, ma¬sing-masing sebesar Rp 250 juta, sebagai pembayaran repo saham. “Perintah pemegang saham, kami menyelesaikan persoalan ini, ter¬masuk melakukan restrukturisasi pengembalian dana,” ujarnya. Sebelumnya, Direktur Utama PT Askrindo, Antonius Chandra Satya Napitupulu mengatakan, pi-haknya telah bekerja sama de¬ngan kepolisian, Badan Pe¬ngawas Pasar Modal dan Lem¬baga Keuangan (Bapepam LK) serta lembaga ter¬kait untuk me¬nun¬taskan kasus ini. Askrindo juga menghentikan per¬janjian dengan lima perusa¬haan manajer investasi. Dari sisi kinerja, tahun depan Askrindo ditargetkan mem¬per¬oleh peringkat kesehatan “AA” sebagai salah satu perusahaan BUMN. Dari sisi kinerja, akhir tahun lalu Askrindo mencatatkan ru¬gi sekitar Rp 191,2 miliar. Lan¬taran itu, Askrindo bakal berhati-hati memarkir dana kelolaan. Tahun depan, Askrindo meng¬incar dana kelolaan menembus Rp 2,2 triliun, naik 40 persen di¬ban-dingkan akhir Oktober 2011 se¬besar Rp 1,6 triliun. Ke depan, Askrindo akan me¬ngem¬bangkan bisnis dan tetap me¬laksanakan penjaminan kredit usaha rakyat (KUR). Termasuk lebih selektif menutup risiko maupun menerima klaim. “Kami akan menjalin kerjasama dengan bank penyalur KUR untuk me¬ning¬katkan analisis dan profil bisnis,” ucapnya. Jangan Kelamaan Boyamin Saiman, Koordinator MAKI Koordinator LSM Ma¬sya¬rakat Anti Korupsi In¬do¬nesia (MAKI) Boyamin Sai¬man mengingatkan, proses pe¬lim¬pahan berkas perkara jadi bagian penting dalam pe¬nun¬tasan sebuah kasus. Dengan pe¬limpahan berkas perkara ke ke¬jaksaan, maka harapan untuk menyelesaikan perkara ini di pe-ngadilan menjadi lebih terbuka. “Proses persidangan akan ter¬buka. Di situ fakta-fakta akan ter¬ungkap secara jelas. Dari pe-ngadilan pula, kepolisian bisa menindaklanjuti proses pen¬yu¬sunan berkas perkara tersangka lain,” ujarnya. Makanya, dia berharap, pro¬ses pelimpahan berkas perkara dua tersangka kasus ini, segera di-nyatakan lengkap oleh ke¬jaksaan. Dengan begitu, usaha polisi mengungkap perkara ini bisa terus ditindaklanjuti. Ka¬rena, selain mempercepat pro¬ses penuntasan perkara, hal ter¬se¬but juga menuntun penyidik me¬nentukan siapa lagi yang layak dijadikan tersangka. “Fakta persidangan menjadi salah satu faktor yang men¬dorong keberhasilan meng¬ung¬kap perkara,” ujarnya. Tapi, menurut Boyamin, jika fakta-fakta yang terungkap itu tidak ditindaklanjuti, maka kepolisian bisa digugat karena mengabaikan fakta yang ada. “Apalagi fakta itu fakta yang punya kadar sangat penting,” tandasnya. Selain itu, ingatnya, setelah menahan para tersangka kasus ini, kepolisian tidak boleh ber¬larut-larut dalam melim¬pah¬kan berkas perkara ke kejaksaan. Jika itu yang terjadi, kemung¬kin¬an tersangkanya bisa lolos dari jerat hukum. “Tidak cukup bukti, maka perkara di-SP3.” Pada bagian lain, Polri yang disebut telah menyita aset ter¬sangka Umar Zen sebesar Rp 120 miliar, harus transparan me¬ngungkap hal tersebut. “Segera sam¬paikan kepada publik, sia¬pa-siapa saja yang diduga ter¬kait dengan tindak pidana Umar Zen ini,” tandasnya. Curigai Elit Bermain Desmon J Mahesa, Anggota Komisi III DPR Anggota Komisi III DPR Des¬mon J Mahesa meng¬ingat¬kan, meski tersangkanya telah bertambah, bukan berarti kasus PT Askrindo sudah selesai. So¬al¬nya, menurut dia, dugaan ke¬terlibatan kelompok elit dalam perkara pembobolan duit Rp 439 miliar ini belum terungkap. Lantaran itu, Desmon me¬min¬ta kepolisian intensif me¬nindaklanjuti kasus tersebut. Artinya, penanganan kasus As¬krindo hendaknya tidak sebatas pa¬da siapa penerima aliran dana haram tersebut. Pembuat kebijakan serta pe¬ngawas lembaga keuangan, me¬nurutnya, juga harus dimin¬tai pertanggungjawaban. “Bagai¬ma¬na bentuk pengawasannya, apakah ada kesalahan di situ, hendaknya menjadi fokus per¬hatian juga,” tandasnya. Dengan kata lain, tegas Des¬mon, kepolisian tidak boleh meng¬hentikan proses pen¬yidikan sampai di sini. “Perkara ini belum selesai. Masih banyak yang be¬lum terungkap,” tegasnya. Dia menggarisbawahi, keru¬gian keuangan negara yang sa¬ngat besar dan dalam kurun waktu panjang, menandakan bah¬wa kasus ini kompleks. Se¬lain pola kejahatannya yang ter¬s¬truktur, pelaku kasus ini patut diduga berasal dari beberapa lapisan. Golongan pelaku, lanjut dia, adalah orang-orang intelek yang me¬miliki kekuatan atau ke¬dudukan. Dengan jabatan yang disandangnya tersebut, pelaku diduga bisa menjalankan aksi kejahatannya secara leluasa. “Persoalan inilah yang semes¬ti¬nya diungkap. Jangan hanya menangkap pelaku yang kecil-kecil,” tandasnya. [Harian Rakyat Merdeka] Tanggung Gugat Perusahaan Asuransi Kasus Posisi Setyowati menjadi nasabah pada perusahaan asuransi jiwa di Indonesia sejak tahun 2003. Ia tertarik dengan salah satu produk yang ditawarkan oleh tenaga pemasaran (agen asuransi) yang bernama Susanti. Dan ia tidak pernah terlambat membayar premi asuransinya. Bahkan ia membayarkan premi asuransinya sebelum jatuh tempo melalui Susanti. Pada tahun 2005, Setyowati ingin mengajukan klaim asuransi karena beliau mengalami kecelakaan mobil dan membutuhkan upaya medis rawat inap. Berdasarkan polis asuransi yang dimilikinya, tercantum manfaat asuransi berupa penggantian biaya rawat inap sejumlah sekian persen dari biaya yang telah dikeluarkan oleh pemegang polis asuransi (tertanggung). Kemudian ia menghubungi agen Susanti untuk membantunya mengurus klaim tersebut. Seluruh persyaratan pengajuan klaim yang diminta oleh perusahaan asuransi telah diberikannya melalui agen Susanti. Setelah menunggu selama tiga minggu, ia mendapatkan jawaban bahwa perusahaan asuransi menolak membayar klaim tersebut dengan alasan status polisnya “lapse” (tidak berlaku) pada saat terjadinya kecelakaan (resiko yang harus ditanggung oleh pihak asuransi). Atas penolakan tersebut, Setyowati tidak tinggal diam dan mendatangi kantor agen Susanti sambil membawa semua bukti pembayaran yang dimilikinya. Ia menanyakan alasan “lapse” yang dialaminya, karena selama menjadi nasabah ia tidak pernah terlambat membayar premi. Setelah diadakan penyelidikan, terbukti bahwa agen Susanti telah menggelapkan setoran premi dari Setyowati,. Aibatnya, polis milik Setyowati menjadi “lapse” pada saat terjadi resiko kecelakaan yang seharusnya ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi. Isu Hukum Siapa subyek hukum yang dapat digugat atas kerugian yang diderita nasabah, perusahaan asuransi atau agen? Analisis Pengertian Asuransi berdasarkan pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian disebutkan bahwa “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu “peristiwa yang tidak pasti” atau untuk pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”. Dan pada pasal 2 huruf (a) UU tersebut juga disebutkan “Usaha asuransi yaitu usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup atau meninggalnya seseorang”. Selanjutnya pasal 29 UU tersebut “Barangsiapa menggelapkan premi asuransi diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 2.500.000.000,- (Dua milyar lima ratus juta rupiah).” Apabila kita cermati ketentuan pasal 29 tentang ancaman hukuman bagi subyek hukum yang menggelapkan premi asuransi, tertera kata-kata “barangsiapa” yang artinya ancaman hukuman tersebut dapat dikenakan pada subyek hukum baik person (orang) maupun recht person (badan hukum), karena dalam Undang-undang ini tidak dibedakan apakah pelaku kejahatan penggelapan premi tersebut orang atau badan hukum. Hubungan kerja antara agen asuransi (orang) dan perusahaan asuransi (badan hukum) terdapat beberapa konsep yang antara lain : a. Agen sebagai employee (tanggung gugat perusahaan) b. Agen sebagai partner / mitra (tanggung gugat sendiri) Masing-masing konsep hubungan tersebut akan sangat menentukan apakah perusahaan asuransi yang harus bertanggung gugat secara badan hukum, atau agen asuransi yang harus bertanggunggugat sendiri terhadap kerugian yang disebabkan oleh kesalahannya. Dan sejauh mana pula tanggung gugat agen asuransi tersebut dapat dialihkan ke pihak perusahaan asuransi. Berdasarkan pasal 1367 Kitab Undang-undang Hukum Perdata yang isinya antara lain: “Seseorang tidak bertanggungjawab atas kerugian yang disebabkan perbuatannya sendiri, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya”. Pasal ini menunjukkan bahwa tanggung gugat ini timbul akibat kesalahan yang dibuat oleh bawahannya (subordinate). Dalam kaitannya dengan pelayanan jasa asuransi, maka perusahaan asuransi sebagai employer dapat bertanggung gugat atas kesalahan yang dibuat oleh tenaga pemasaran yang bekerja dalam kedudukan sebagai subordinate (employee). Lain halnya jika tenaga pemasaran bekerja sebagai mitra sehingga kedudukannya setingkat dengan perusahaan asuransi. Hal ini menjadi perlu untuk dibahas karena pada prakteknya ada beberapa perusahaan asuransi yang memisahkan antara struktur organisasi dan tanggung jawabnya dengan struktur organisasi kantor agen asuransi (sistem agency / mitra kerja). Dengan sistem ini, perusahaan asuransi lebih diuntungkan manakala ada kasus penggelapan premi yang dilakukan oleh agen asuransi seperti pada kasus diatas. Perusahaan asuransi tidak harus bertanggung jawab karena memang struktur organisasinya terpisah dengan manajemen kantor pemasaran yang khusus meng-handle urusan marketing. Dan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan nasabah secara khusus (misalnya ada nasabah pasif yang untuk pembayaran preminya harus ditagih dan dibayar melalui agen asuransinya). Jadi dapat tidaknya perusahaan asuransi menjadi subyek tanggung renteng tergantung dari konsep hubungan kerja antara tenaga pemasaran (agen asuransi) dengan perusahaan asuransi. Karena konsep hubungan tersebut juga akan ikut menentukan konsep hubungan pelayanan jasa asuransi dengan pihak nasabah yang memiliki polis asuransi. Saran Sebagai subyek hukum yang harus bertanggungjawab atas segala sesuatu yang akan menimpa di kemudian hari, maka sebagai nasabah (Setyowati) harus menjadi nasabah yang aktif. Artinya ia harus membayar sendiri premi asuransinya ke perusahaan asuransi secara langsung tanpa harus menunggu ditagih dan diambil oleh agennya. Cara ini demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya penggelapan premi, dll. Dan sebagai pihak perusahaan asuransi, hendaknya selalu menjaga citra positif sebaik mungkin akan kualitas pelayanan dan SDM yang ada di perusahaannya. Apabila sistem kerja antara agen dan perusahaan asuransi adalah kemitraan, maka harus diperhitungkan secara cermat siapa yang menjadi mitranya agar hubungan kemitraan antara perusahaan asuransi dengan mitranya tersebut tidak merugikan kepentingan nasabah. Sebab, apabila nasabah sering dirugikan dari adanya hubungan kontraktual seperti ini, akan runtuhlah kepercayaan nasabah terhadap perusahaan asuransi. Asuransi sebagai trustable institution yang kehilangan kepercayaan masyarakat, maka secara cepat, lambat namun pasti tidak akan bisa bertahan. http://gagasanhukum.wordpress.com/2008/06/23/tanggung-gugat-perusahaan-asuransi/ Sumber: http://www.allianz.co.id/NR/rdonlyres/F2EA3928-2CB6-4584-AC7E 4325243AAD7C/5272/BookletAsuransiKredit.pdf http://www.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/12/13/48812/Polisi-Dalami-Keterlibatan-Pengusaha-&-Manajer-Investasi- http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/03/studi-kasus-letter-of-credit-perusahaan-asuransi/

Selasa, 27 Maret 2012

Fenomena IFRS

Pengertian IFRS
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC). Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan.
Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukkan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang :
1. Transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode
2. Mentediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna

Indonesia akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Namun, perubahan tersebut tentu saja akan memberikan efek di berbagai bidang, terutama dari segi pendidikan dan bisnis.

Dampak konvergensi IFRS terhadap pendidikan
Dampak konvergensi IFRS untuk bidang pendidikan antara lain :
1. Perubahan mind stream dari rule-based ke principle-based
2. Banyak menggunakan professional judgement
3. Banyak menggunakan fair value accounting
4. IFRS selalu berubah dan konsep yang digunakan dalam suatu IFRS dapat berbeda dengan IFRS lain
5. Semakin meningkatnya ketergantungan ke profesi lain.
6. Perubahan text-book dari US GAPP ke IFRS.
Pada tahun 2012, pencatatan keuangan di Indonesia akan berdasarkan pada International Finance Reporting Standard (IFRS). IFRS merupakan standar pencatatan dan pelaporan akuntansi yang berlaku secara internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB), sebuah lembaga internasional yang bertujuan untuk mengembangkan suatu standar akuntansi yang tinggi, dapat dimengerti, diterapkan, dan diterima secara internasional.
Demikian disampaikan oleh Rudy Suryanto, SE, M.Acc, Akt selaku dosen program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam sebuah diskusi terbatas terkait dengan rencana penerapan IFRS di Indonesia bertempat di kampus terpadu UMY, Kamis (22/4).
Menurut Rudy tujuan dari diterapkannya IFRS dalam pencatatan keuangan di Indonesia adalah untuk memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan penggunanaan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikenal secara internasional. Selain itu, IFRS juga bertujuan untuk meningkatkan arus investasi global melalui transparansi serta menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan. “Berdasarkan manfaat-manfaat tersebut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dan pihak-pihak lain yang terkait sepakat untuk melakukan adopsi IFRS kedalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuanngan (PSAK)” ungkapnya.
Saat ini IFRS telah digunakan lebih dari 100 negara, berlaku untuk semua negara di Uni Eropa pada tahun 2005. Brasil, Kanada dan India telah mengumumkan kewajiban untuk menggunakan IFRS bagi perusahaan-perusahaan yang berlokasi di negara tersebut. Pada tahun 2011 diperkirakan semua negara besar sudah mengadopsi IFRS dengan berbagai variasinya, China dan Jepang secara substansi akan menyesuaiakan dengan IFRS dan perusahaan go public di Amerika Serikat akan mempunyai pilihan apakan menggunakan IFRS atau US GAAP.
”Sebenarnya penerapan IFRS di Indonesia telah dimulai secara bertahap sejak tahun 2007, namun akan diterapkan penuh tahun 2012 mendatang,”ungkap Rudi. Sedangkan untuk standar pencatatan keuangan yang tidak ada di atur dalam IFRS seperti akuntansi syariah, akuntansi untuk UKM dan akuntansi untuk organisasi nirlaba akan dikembangkan sendiri oleh IAI.
Di lain sisi, Rudi melihat penerapan IFRS tahun 2012 mendatang ini juga akan berdampak pada pembelajaran pada program studi Akuntansi di Indonesia. Rudi melihat banyak hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah mempersiapkan buku teks yang mendukung. Karena saat ini banyak buku pencatatan keuangan yang belum sesuai dengan IFRS. Selain itu, penerapan IFRS ini juga berdampak pada perubahan materi kuliah di prodi akuntansi. Salah satunya adalah perubahan mata kuliah. Materi mata kuliah akuntansi internasional yang biasanya membandingkan praktek akuntansi di berbagai negara harus di ubah menjadi membahas mengenai IFRS, serta up date perubahan PSAK dari waktu ke waktu. “Karena dengan semakin banyak negara yg mengadopsi IFRS, maka perbedaan akan semakin terbatas”tandasnya.

DAMPAK KONVERGENSI IFRS TERHADAP BISNIS
Selain dampak terhadap dunia pendidikan IFRS juga menimbulkan dampak positif dan negatif terhadap dunia bisnis. Berikut ini adalah berbagai dampak yang ditimbulkan dari program konvergensi IFRS yang disampaikan dalam seminar setengah hari IAI dengan topik "Dampak konvergensi IFRS terhadap Bisnis" yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 2009 kemarin :
1. Akses ke pendanaan internasional akan lebih terbuka karena laporan keuangan akan lebih mudah dikomunikasikan ke investor global
2. Relevansi laporan keuangan akan meningkat karena lebih banyak menggunakan nilai wajar.
3. Disisi lain, kinerja keuangan (laporan laba rugi) akan lebih fluktuatif apabila harga-harg fluktuatif.
4. Smoothing income menjadi semakin sulit dengan penggunakan balance sheet approach dan fair value
5. principle-based standards mungkin menyebabkan keterbandingan laporan keuangan sedikit menurun yakni bila penggunaan professional judgment ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur laba (earning management)
6. Penggunaan off balance sheet semakin terbatas
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Standar_Pelaporan_Keuangan_Internasional
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/jurnal-konversi-standar-akuntansi-psak-ke-ifrs-international-financial-reporting-standards/
http://ifrsindonesia.blogspot.com/

Rabu, 28 Desember 2011

Tugas Profesi Akuntansi 3

1. Mengapa suatu profesi perlu etika? Jelaskan pendapat saudara!
Jawab:
Karena kata etik atau etika berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Kelompok profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkualitas dan berstandar tinggi yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama profesi sendiri. Kehadiran organisasi profesi dengan perangkat “built-in mechanism” berupa kode etik profesi dalam hal ini jelas akan diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi, dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk.

2. Apa yang anda ketahui tentang IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia)? Jelaskan!
Jawab:
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam bahasa inggris biasa disebut Indonesian Institute of Accountants adalah organisasi profesi akuntan di Indonesia. Kantor sekretariatnya terletak di Graha Akuntan, Menteng, Jakarta.
Keanggotaan IAI dapat dibagi menjadi :
a. Anggota Individu
b. Anggota Asosiasi
c. Anggota Perusahaan
d. Anggota Junior
Kegiatan IAI yaitu :
a. Penyusunan Standar Akuntansi Keuangan
b. Penyelenggaraan Ujian Sertifikasi Akuntan Manajemen
c. Penyelenggaraan Pendidikan Professional Berkelanjutan
Kerjasama internasional :
Pada skala internasional, IAI aktif dalam keanggotaan International Federation of Accountants (IFAC) sejak tahun 1997. Di tingkat ASEAN IAI menjadi anggota pendiri ASEAN Federation of Accountants (AFA). Keaktifan IAI di AFA pada periode 2006-2007 semakin penting dengan terpilihnya IAI menjadi Presiden dan Sekjen AFA. Selain kerjasama yang bersifat multilateral, kerjasama yang bersifat bilateral juga telah dijalin oleh IAI diantaranya dengan Malaysian Institute of Accountants (MIA) dan Certified Public Accountant (CPA).

Senin, 28 November 2011

Tugas Etika Profesi Akuntansi 2

1. Bagaimana pendapat saudara tentang pernyataan kompetisi lambang ketamakan?
Jawab :
kompetisi adalah aktivitas mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Individu atau kelompok memilih untuk bekerja sama atau berkompetisi tergantung dari struktur reward dalam suatu situasi. Kompetisi juga diartikan saling mengatasi dan berjuang antara dua individu, atau antara beberapa kelompok untuk memperebutkan objek yang sama. Menurut saya tentang kompetisi lambang ketamakan yaitu pada dasarnya kompetisi adalah usaha untuk memperebutkan sesuatu yang banyak orang inginkan, ketamakan dapat diartikan bahwa dengan kompetisi maka seseorang akan menjadi lebih percaya diri untuk memenangkan kompetisi itu dan menghalalkan berbagai cara untuk memenangkan kompetisi tersebut. Namun hal ini sangat tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan moral yang ada di Indonesia.

2. Berilah contoh penerapan moral dalam Dunia bisnis di era pasar bebas saat ini !
Jawab :
a. Melakukan persaingan bisnis secara sehat
b. Jujur dalam melakukan bisnis
c. Konsekuen dan konsisten dalam berbisnis
d. Menerapkan konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
e. Jauhkan sifat dengki dalam mulai berbisnis

3. Sebutkan contoh dari situasi benturan kepentingan dalam dunia bisnis min. 4 dari 8 katagori ?
Jawab :
a. Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family) atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut.
Contoh:
Seorang karyawan di suatu perusahaan memasukkan anggota keluarganya untuk dapat menempati suatu posisi di perusahaan tersebut tanpa harus melewati tahapan recruitment seperti para pencari kerja lainnya.
b. Segala konsultasi atau hubungan lain yang signifikan dengan atau berkeinginan mengambil andil di dalam aktivitas pemasok, pelanggan atau pesaing (competitor).
Contoh:
Seorang karyawan disebuah perusahaan memeliki usaha dibidang penyedian bahan baku, dan kemudian karyawan tersebut berusaha menggantikan aktifitas pemasok lain dengan memasukkan pasokan bahan baku dari usaha yang dia miliki tersebut ke perusahaan tempat dia bekerja.
c. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.
Contoh:
Ketika seorang karyawan mendapatkan tugas keluar kota dari perusahaan tempat dia berkerja dia memanfaatkan sebagian dari waktu tersebut untuk sekalian berlibur dengan anggota keluarganya.
d. Segala penggunaan pribadi maupun berbagai atas informasi rahasia perusahaan demi suatu keuntungan pribadi, seperti anjuran untuk membeli atau menjual barang milik perusahaan atau produk, yang didasarkan atas informasi rahasia tersebut
Contoh:
Seorang karyawan disuatu perusahaan memberikan atau membocorkan rahasia perusahaan kepada temannya yang berkerja disuatu perusahaan yang bergerak dibidang usaha yang sama.
e. Segala posisi dimana karyawan dan pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau control terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang masih ada hubungan keluarga
Contoh:
Seorang manajer memberikan evaluasi hasil kerja yang baik terhadap anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan itu juga, padahal kinerja dari anggota keluarganya itu tidak sesuai dengan hasil laporan yang dilaporkan oleh manajer tersebut.

Jumat, 28 Oktober 2011

Tugas Etika Profesi Akuntansi 1

1. Tiga contoh teori etika :
a. Etika Deontologi
Yaitu etika yang menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Kata Yunani deon merujuk pada keniscayaan ayau keharusan atau kewajiiban. Secara etimologis, deontologi berarti ilmu atau teori tentang kewajiban. Aturan-aturan hukum dan norma keagamaan sebagai norma etika khusus juga sekaligus norma etika deontologis. Pada tataran deontologis bisa dikatakan bahwa suatu itu wajib diikuti atau harus dilakukan karena dikehendaki oleh Sang Pencipta (norma agama) atau karena disadari sebagai wajib (norma hukum).
b. Etika Deskriptif
Secara estimologis, istilah ini mengisyaratkan bahwa pada dasarnya etika deskriptif menggambarkan atau melukiskan realitas moral atau tingkah laku serta tindakan manusia apa adanya atau sebagaimana adanya tingkah dan tindakan tersebut.
c. Etika Normatif
Etika normatif membuat prinsip etis menjadi masuk akal dan operasional sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Pada tataran ilmu, etika normatif dapat dikelompokan dalam dua jenis, yakni etika umum atau norma moral yang berlau bagi semua orang dimanapun mereka berada dan etika khusus atau norma moral yang hanya berlaku disuatu tempat atau untuk suatu lingkup tertentu saja.
2. Contoh etika umum yang berlaku di masyarakat :
a. Saling tolong-menolong sesama manusia.
b. Saling hormat-menghormati sesama manusia.
c. Ikut melaksanakan kerja bakti dilingkungan sekitar.
d. Menjaga sopan-santun dalam bergaul dilingkungan masyarakat.
e. Tidak saling menghina sesama makhluk ciptaan Tuhan.


3. Pendapat saya tentang paham hedonisme :
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia. Seperti halnya dalam gaya hidup anak muda jaman sekarang yang tidak mau susah, meraka hanya ingin bersenang-senang dan menghamburkan uang orang tuanya, dan dengan kesenangan yang tidak putus-putus maka mereka akan merasakan indahnya hidup.

Sabtu, 30 April 2011

Pendidikan di Amerika
Negara serikat atau federal yang dipilih Amerika Serikat (AS) juga tercermin dari sistem pendidikannya yang menganut desentralisasi melalui negara-negara bagian (states).
Penanggung jawab utama semua urusan pendidikan adalah departemen pendidikan yang berkedudukan di Washington. Sedang urusan sehari-hari diserahkan penuh pada tiap negara bagian.

Mirip dengan di Indonesia, selain pemerintah, swasta dan organisasi keagamaan juga diperkenankan mendirikan sekolah-sekolah. Jenjang sekolah yang mereka dirikan bervariasi dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sekolah-sekolah swasta ini juga diperbolehkan menggunakan sistem pendidikan yang berbeda dengan yang digunakan negara bagian bersangkutan. Boarding school (sekolah asrama) adalah contoh jenis sekolah yang dibuka oleh swasta atau organisasi keagamaan.
Khusus mengenai pendidikan tinggi, pendidikan tinggi di AS dapat dibedakan menjadi College dan University. College umumnya –dengan beberapa perkecualian- lebih berfokus menyelenggarakan pendidikan program sarjana (undergraduate), sedangkan university menyelenggarakan baik sarjana (undergraduate) dan pasca sarjana (graduate). Di university istilah college menjadi mirip dengan fakultas. Sebagai contoh, di university akan kita temukan College of Engineering (Fakultas Teknik) atau College of Economics (Fakultas Ekonomi).
Meskipun demikian, seperti telah disebutkan sebelumnya, college di university ini hanya mengurusi program sarjana (undergraduate). Jadi jika ada calon mahasiswa asal Indonesia ingin mendaftar program Master Teknik Pertambangan, dia mesti berhubungan dengan Graduate College (Program Pasca Sarjana). Graduate college ini kemudian akan meneruskan lamaran ke Department of Mining Engineering yang selanjutnya akan dikembalikan lagi ke Graduate College untuk diputuskan apakah calon mahasiswa itu diterima atau tidak. Jika akhirnya diterima, mahasiswa tersebut akan terdaftar secara administratif di Graduate College dan secara akademis di Department of Mining Engineering.
Untuk program pasca sarjana, tidak semua universitas menawarkan program doktor. Beberapa diantaranya hanya menawarkan hingga jenjang master, terutama jika program itu ditujukan untuk mendidik lulusannya sebagai praktisi yang siap di dunia kerja. Program master ini juga ada 2 macam. Master terminal dan master berkelanjutan.
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, master terminal adalah program untuk menyiapkan lulusannya sebagai praktisi. Setelah selesai pendidikan, dia diharapkan langsung balik ke dunia kerja. Sedang lulusan master berkelanjutan diperuntukkan bagi yang berkeinginan meneruskan pendidikannya ke jenjang doktor.
Pada tahun 2001 tepatnya dari tanggal 2 s.d. 16 Juni beberapa orang pejabat eselon II di lingkungan Departemen Agama pusat dan daerah mengunjungi Amerika Serikat, khususnya di negara bagian Virginia, guna melakukan studi banding di bidang pendidikan. Hasil studi banding telah dilaporkan kepada pimpinan Departemen Agama, namun kemungkinan sebagian kecil saja yang mengetahuinya. Bahkan peserta yang ikut melakukan studi banding mungkin lupa karena tertindih dengan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan di unit masing-masing. Berikut ini saya coba untuk menuturkan kembali beberapa hal yang terkait dengan hasil studi banding tersebut.

Sekilas tentang sistem pendidikan di AS

Ada dua macam pendidikan di AS, yaitu negeri dan swasta; namun antara keduanya ada pendidikan di rumah. Karena tidak disebutkan dalam konstitusi, maka tanggung jawab pendidikan adalah pada negara bagian. Pengawasan pendidikan dilakukan oleh 3 pihak, yaitu federal, state, dan local control. Di tingkat lokal, pengawasan dilakukan oleh dewan sekolah, pengawas, sekolah kabupaten, orang tua, dan masyarakat. Tiap state atau negara bagian memiliki sistem pendidikan tersendiri, sehingga ada 50 macam sistem pendidikan di AS sesuai dengan jumlah negara bagian. Masing-masing mendelegasikan kekuasaannya kepada dewan sekolah. Karena itu kontrol pendidikan terletak pada sekolah dan masyarakat di kabupaten.

Tiap sekolah memiliki sistem pendidikan. Jika jumlah sekolah di AS ada 14.000, ini berarti ada 14.000 macam sistem pendidikan. Jumlah tersebut dari tahun ke tahun menurun. Pada tahun 1930 sebanyak 130.000 ribu, dan pada tahun 2000 tinggal 14.000. Jam belajar diatur setiap hari antara 6-7 jam, termasuk makan siang. Dalam setahun hari masuk sekitar 180-190 yang terbagi dalam 4 kuartal @ 9 minggu untuk SMU. Sedangkan tingkat SD-SLTP sehari antara 6-7 jam pelajaran @ 45-55 menit. Terkadang ada penjadwalan dengan waktu 90 menit yang disebut dengan (block(.

Kurikulum inti ditentukan oleh tiap state, terdiri dari: seni bahasa (menulis, ejaan, membaca), bahasa, sains, matematika, ilmu pengetahuan sosial, dan olah raga. Persyaratan lulusan ditentukan oleh tiap state, dan saat itu 34 states mengharuskan tes bagi siswa yang menghasilkan produk, jadi bukan tes tertulis. Produk tersebut antara lain berupa hasil riset dan dipresentasikan di depan kelas. Ebtanas tidak ada. Nampaknya, tidak ada satu sistem pendidikan tertentu yang harus dianut di AS.

Konsep pendidikan leadership dan management

Leadership dan management dibedakan karena fungsinya, yaitu: leadership berfungsi untuk melakukan perubahan, sedangkan management berfungsi untuk mengatasi kompleksitas atau mempertahankan status quo. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu: (a)menetapkan sesuatu yang harus dikerjakan, (b)membuat jaringan kerja dan hubungan guna mencapai tujuan, dan (c)berupaya meyakinkan agar orang mau melakukan pekerjaannya.

Konsep kebijakan

Kebijakan pendidikan dibuat oleh federal, state, dan sekolah tingkat kabupaten; dan dilaksanakan oleh superintendent atau pengawas. Nilai yang diperdebatkan di bidang pendidikan ada empat, yaitu: (a)persamaan, bahwa setiap anak mendapat kesempatan untuk belajar, (b)efisiensi, (c)otonomi, dan (d)berkualitas tinggi. Dukungan politik harus selaras agar tujuan pendidikan tercapai, dan filosofinya harus sama.

Penataan pendidikan

Penataan pendidikan dilakukan oleh 4 tingkat, yaitu: (a)lokal, terdiri dari dewan sekolah, superintendent, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat; (b)wilayah, terdapat di beberapa negara bagian saja (29 states) yang melakukan koordinasi dan jasa lain seperti konsultasi, SDM bidang kurikulum, pengajaran, evaluasi, dan diklat; (c)state, membuat peraturan sekolah dan membentuk dewan sekolah; dan (d)federal, yang memberikan dukungan keuangan, tetapi tidak ikut campur dalam kebijakan pendidikan. Sekolah swasta mengikuti aturan yang diberlakukan di sekolah negeri baik bidang kurikulum, kesejahteraan siswa, kesehatan, dan lain-lainnya.

Perbandingan sistem pendidikan di AS dan di Indonesia

Perbandingan yang jelas dari segi guru adalah di bidang persyaratan. Guru harus memiliki lisensi mengajar yang dikeluarkan oleh National Board for Professional Teaching Standards. Lisensi ini harus diperbarui setiap 5 tahun. Guru harus berpendidikan minimal S-1 di bidang mata pelajaran yang diajarkan, dan menguasai metode pembelajaran. Pembaruan lisensi dimaksudkan agar guru selalu mengikuti perkembangan dan menambah pengetahuannya. Ia harus mengambil course di perguruan tinggi yang mencapai 180 poin, atau ekivalen dengan 6 kredit.


Pendidikan di Indonesia
Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan - Red), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Dari pengertian-pengertian dan analisis yang ada maka bisa disimpulkan bahwa pendidikan adalah upaya menuntun anak sejak lahir untuk mencapai kedewasaan jasmani dan rohani, dalam interaksi alam beserta lingkungannya.

Dalam pendidikan terdapat dua hal penting yaitu aspek kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Sebagai ilustrasi, saat kita mempelajari sesuatu maka di dalamnya tidak saja proses berpikir yang ambil bagian tapi juga ada unsur-unsur yang berkaitan dengan perasaan seperti semangat, suka dan lain-lain. Substansi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah membebaskan manusia dan menurut Drikarya adalah memanusiakan manusia. Ini menunjukan bahwa para pakar pun menilai bahwa pendidikan tidak hanya sekedar memperhatikan aspek kognitif saja tapi cakupannya harus lebih luas.

Bagaimana dengan pendidikan di Indonesia?
Apakah pendidikan di Indonesia memperhatikan permasalahan detail seperti ini? Inilah salah satu kesalahan terbesar metode pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Pendidikan kita sangat tidak memperhatikan aspek afektif (merasa), sehingga kita hanya tercetak sebagai generasi-generasi yang pintar tapi tidak memiliki karakter-karakter yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Sudah 45 tahun Indonesia merdeka, dan setiap tahunnya keluar ribuan hingga jutaan kaum intelektual. Tapi tak kuasa mengubah nasib bangsa ini. Maka pasti ada yang salah dengan sistem pendidikan yang kita kembangkan hingga saat ini.

Kesalahan kedua, sistem pendidikan yang top-down atau dari atas kebawah. Freire menyebutnya dengan banking-system. Dalam artian peserta didik dianggap sebagai safe-deposit-box dimana guru mentransfer bahan ajar kepada peserta didik. Dan sewaktu-waktu jika itu diperlukan maka akan diambil dan dipergunakan. Jadi peserta didik hanya menampung apa yang disampaikan guru tanpa mencoba untuk berpikir lebih jauh tentang apa yang diterimanya, atau minimal terjadi proses seleksi kritis tentang bahan ajar yang ia terima. Dalam istilah bahasa arab pendidikan seperti ini dikatakan sebagai taqlid. Artinya menerima atau mengikuti apa saja yang dikatakan oleh para pendidik. Dan ini tidak sejalan dengan substansi pendidikan yang membebaskan manusia (Ki Hajar Dewantara).

Kesalahan ketiga, Saat ini terjadi penyempitan makna dari pendidikan itu sendiri ketika istilah-istilah industri mulai meracuni istilah istilah pendidikan. Di tandai dengan bergantinya manusia menjadi Sumber Daya Manusia (SDM).

Pendidikan di Amerika
Negara serikat atau federal yang dipilih Amerika Serikat (AS) juga tercermin dari sistem pendidikannya yang menganut desentralisasi melalui negara-negara bagian (states).
Penanggung jawab utama semua urusan pendidikan adalah departemen pendidikan yang berkedudukan di Washington. Sedang urusan sehari-hari diserahkan penuh pada tiap negara bagian.

Mirip dengan di Indonesia, selain pemerintah, swasta dan organisasi keagamaan juga diperkenankan mendirikan sekolah-sekolah. Jenjang sekolah yang mereka dirikan bervariasi dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Sekolah-sekolah swasta ini juga diperbolehkan menggunakan sistem pendidikan yang berbeda dengan yang digunakan negara bagian bersangkutan. Boarding school (sekolah asrama) adalah contoh jenis sekolah yang dibuka oleh swasta atau organisasi keagamaan.
Khusus mengenai pendidikan tinggi, pendidikan tinggi di AS dapat dibedakan menjadi College dan University. College umumnya –dengan beberapa perkecualian- lebih berfokus menyelenggarakan pendidikan program sarjana (undergraduate), sedangkan university menyelenggarakan baik sarjana (undergraduate) dan pasca sarjana (graduate). Di university istilah college menjadi mirip dengan fakultas. Sebagai contoh, di university akan kita temukan College of Engineering (Fakultas Teknik) atau College of Economics (Fakultas Ekonomi).
Meskipun demikian, seperti telah disebutkan sebelumnya, college di university ini hanya mengurusi program sarjana (undergraduate). Jadi jika ada calon mahasiswa asal Indonesia ingin mendaftar program Master Teknik Pertambangan, dia mesti berhubungan dengan Graduate College (Program Pasca Sarjana). Graduate college ini kemudian akan meneruskan lamaran ke Department of Mining Engineering yang selanjutnya akan dikembalikan lagi ke Graduate College untuk diputuskan apakah calon mahasiswa itu diterima atau tidak. Jika akhirnya diterima, mahasiswa tersebut akan terdaftar secara administratif di Graduate College dan secara akademis di Department of Mining Engineering.
Untuk program pasca sarjana, tidak semua universitas menawarkan program doktor. Beberapa diantaranya hanya menawarkan hingga jenjang master, terutama jika program itu ditujukan untuk mendidik lulusannya sebagai praktisi yang siap di dunia kerja. Program master ini juga ada 2 macam. Master terminal dan master berkelanjutan.
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, master terminal adalah program untuk menyiapkan lulusannya sebagai praktisi. Setelah selesai pendidikan, dia diharapkan langsung balik ke dunia kerja. Sedang lulusan master berkelanjutan diperuntukkan bagi yang berkeinginan meneruskan pendidikannya ke jenjang doktor.
Pada tahun 2001 tepatnya dari tanggal 2 s.d. 16 Juni beberapa orang pejabat eselon II di lingkungan Departemen Agama pusat dan daerah mengunjungi Amerika Serikat, khususnya di negara bagian Virginia, guna melakukan studi banding di bidang pendidikan. Hasil studi banding telah dilaporkan kepada pimpinan Departemen Agama, namun kemungkinan sebagian kecil saja yang mengetahuinya. Bahkan peserta yang ikut melakukan studi banding mungkin lupa karena tertindih dengan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan di unit masing-masing. Berikut ini saya coba untuk menuturkan kembali beberapa hal yang terkait dengan hasil studi banding tersebut.

Sekilas tentang sistem pendidikan di AS

Ada dua macam pendidikan di AS, yaitu negeri dan swasta; namun antara keduanya ada pendidikan di rumah. Karena tidak disebutkan dalam konstitusi, maka tanggung jawab pendidikan adalah pada negara bagian. Pengawasan pendidikan dilakukan oleh 3 pihak, yaitu federal, state, dan local control. Di tingkat lokal, pengawasan dilakukan oleh dewan sekolah, pengawas, sekolah kabupaten, orang tua, dan masyarakat. Tiap state atau negara bagian memiliki sistem pendidikan tersendiri, sehingga ada 50 macam sistem pendidikan di AS sesuai dengan jumlah negara bagian. Masing-masing mendelegasikan kekuasaannya kepada dewan sekolah. Karena itu kontrol pendidikan terletak pada sekolah dan masyarakat di kabupaten.

Tiap sekolah memiliki sistem pendidikan. Jika jumlah sekolah di AS ada 14.000, ini berarti ada 14.000 macam sistem pendidikan. Jumlah tersebut dari tahun ke tahun menurun. Pada tahun 1930 sebanyak 130.000 ribu, dan pada tahun 2000 tinggal 14.000. Jam belajar diatur setiap hari antara 6-7 jam, termasuk makan siang. Dalam setahun hari masuk sekitar 180-190 yang terbagi dalam 4 kuartal @ 9 minggu untuk SMU. Sedangkan tingkat SD-SLTP sehari antara 6-7 jam pelajaran @ 45-55 menit. Terkadang ada penjadwalan dengan waktu 90 menit yang disebut dengan (block(.

Kurikulum inti ditentukan oleh tiap state, terdiri dari: seni bahasa (menulis, ejaan, membaca), bahasa, sains, matematika, ilmu pengetahuan sosial, dan olah raga. Persyaratan lulusan ditentukan oleh tiap state, dan saat itu 34 states mengharuskan tes bagi siswa yang menghasilkan produk, jadi bukan tes tertulis. Produk tersebut antara lain berupa hasil riset dan dipresentasikan di depan kelas. Ebtanas tidak ada. Nampaknya, tidak ada satu sistem pendidikan tertentu yang harus dianut di AS.

Konsep pendidikan leadership dan management

Leadership dan management dibedakan karena fungsinya, yaitu: leadership berfungsi untuk melakukan perubahan, sedangkan management berfungsi untuk mengatasi kompleksitas atau mempertahankan status quo. Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu: (a)menetapkan sesuatu yang harus dikerjakan, (b)membuat jaringan kerja dan hubungan guna mencapai tujuan, dan (c)berupaya meyakinkan agar orang mau melakukan pekerjaannya.

Konsep kebijakan

Kebijakan pendidikan dibuat oleh federal, state, dan sekolah tingkat kabupaten; dan dilaksanakan oleh superintendent atau pengawas. Nilai yang diperdebatkan di bidang pendidikan ada empat, yaitu: (a)persamaan, bahwa setiap anak mendapat kesempatan untuk belajar, (b)efisiensi, (c)otonomi, dan (d)berkualitas tinggi. Dukungan politik harus selaras agar tujuan pendidikan tercapai, dan filosofinya harus sama.

Penataan pendidikan

Penataan pendidikan dilakukan oleh 4 tingkat, yaitu: (a)lokal, terdiri dari dewan sekolah, superintendent, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat; (b)wilayah, terdapat di beberapa negara bagian saja (29 states) yang melakukan koordinasi dan jasa lain seperti konsultasi, SDM bidang kurikulum, pengajaran, evaluasi, dan diklat; (c)state, membuat peraturan sekolah dan membentuk dewan sekolah; dan (d)federal, yang memberikan dukungan keuangan, tetapi tidak ikut campur dalam kebijakan pendidikan. Sekolah swasta mengikuti aturan yang diberlakukan di sekolah negeri baik bidang kurikulum, kesejahteraan siswa, kesehatan, dan lain-lainnya.

Perbandingan sistem pendidikan di AS dan di Indonesia

Perbandingan yang jelas dari segi guru adalah di bidang persyaratan. Guru harus memiliki lisensi mengajar yang dikeluarkan oleh National Board for Professional Teaching Standards. Lisensi ini harus diperbarui setiap 5 tahun. Guru harus berpendidikan minimal S-1 di bidang mata pelajaran yang diajarkan, dan menguasai metode pembelajaran. Pembaruan lisensi dimaksudkan agar guru selalu mengikuti perkembangan dan menambah pengetahuannya. Ia harus mengambil course di perguruan tinggi yang mencapai 180 poin, atau ekivalen dengan 6 kredit.


Pendidikan di Indonesia
Pendidikan dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang Romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Bangsa Jerman melihat pendidikan sebagai Erziehung yang setara dengan educare, yakni : membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Dalam bahasa Jawa, pendidikan berarti panggulawentah (pengolahan - Red), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik. Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.

Dari pengertian-pengertian dan analisis yang ada maka bisa disimpulkan bahwa pendidikan adalah upaya menuntun anak sejak lahir untuk mencapai kedewasaan jasmani dan rohani, dalam interaksi alam beserta lingkungannya.

Dalam pendidikan terdapat dua hal penting yaitu aspek kognitif (berpikir) dan aspek afektif (merasa). Sebagai ilustrasi, saat kita mempelajari sesuatu maka di dalamnya tidak saja proses berpikir yang ambil bagian tapi juga ada unsur-unsur yang berkaitan dengan perasaan seperti semangat, suka dan lain-lain. Substansi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah membebaskan manusia dan menurut Drikarya adalah memanusiakan manusia. Ini menunjukan bahwa para pakar pun menilai bahwa pendidikan tidak hanya sekedar memperhatikan aspek kognitif saja tapi cakupannya harus lebih luas.

Bagaimana dengan pendidikan di Indonesia?
Apakah pendidikan di Indonesia memperhatikan permasalahan detail seperti ini? Inilah salah satu kesalahan terbesar metode pendidikan yang dikembangkan di Indonesia. Pendidikan kita sangat tidak memperhatikan aspek afektif (merasa), sehingga kita hanya tercetak sebagai generasi-generasi yang pintar tapi tidak memiliki karakter-karakter yang dibutuhkan oleh bangsa ini. Sudah 45 tahun Indonesia merdeka, dan setiap tahunnya keluar ribuan hingga jutaan kaum intelektual. Tapi tak kuasa mengubah nasib bangsa ini. Maka pasti ada yang salah dengan sistem pendidikan yang kita kembangkan hingga saat ini.

Kesalahan kedua, sistem pendidikan yang top-down atau dari atas kebawah. Freire menyebutnya dengan banking-system. Dalam artian peserta didik dianggap sebagai safe-deposit-box dimana guru mentransfer bahan ajar kepada peserta didik. Dan sewaktu-waktu jika itu diperlukan maka akan diambil dan dipergunakan. Jadi peserta didik hanya menampung apa yang disampaikan guru tanpa mencoba untuk berpikir lebih jauh tentang apa yang diterimanya, atau minimal terjadi proses seleksi kritis tentang bahan ajar yang ia terima. Dalam istilah bahasa arab pendidikan seperti ini dikatakan sebagai taqlid. Artinya menerima atau mengikuti apa saja yang dikatakan oleh para pendidik. Dan ini tidak sejalan dengan substansi pendidikan yang membebaskan manusia (Ki Hajar Dewantara).

Kesalahan ketiga, Saat ini terjadi penyempitan makna dari pendidikan itu sendiri ketika istilah-istilah industri mulai meracuni istilah istilah pendidikan. Di tandai dengan bergantinya manusia menjadi Sumber Daya Manusia (SDM).

Selasa, 15 Maret 2011

TOEFL

The TOEFL is the product of the Educational Testing Service (ETS). TOEFL, pronounced "toe-full", evaluates the potential success of an individual to use and understand standard American English at a college level.
TOEFL is required for non-native applicants at many US and other English-speaking colleges and universities. It is a standardized test of English for academic purposes, and is commonly used in university programs as a benchmark of proficiency in English for entrance requirements.
The Test of English as a Foreign Language (TOEFL) is widely used by colleges and universities, scholarship agencies, and professional licensing organizations to assess English language proficiency.
Four skills are tested in TOEFL: Listening, Structure, Reading, and Writing. In the near future, Speaking will be added and Structure dispensed with. The test itself takes approximately four hours including the (required) computer tutorial.
TOEFL stands for Test Of English as a Foreign Language. The TOEFL was introduced in the 1960ies by ETS — Educational Testing Services. Now, almost 800,000 people take the TOEFL exam every year worldwide.
You probably know that a growing number of universities and colleges offer courses and academic study programs in English so if you want to enrol in one of them you must have a good command of the English language. This is where the TOEFL comes into play. It is the most widely used academic English proficiency test in the world. Thousands of colleges and universities use the TOEFL to test and evaluate the English language competency of their students and academic personnel.
In addition, many government agencies, sponsoring institutions and other authorities require TOEFL scores.
The TOEFL test measures English language proficiency in these three disciplines: reading, listening and writing. In most regions of the world you can take the TOEFL on a computer (CBT: Computer-Based Test) somewhere near your home. In areas with limited access to computer-based testing facilities you can take a paper-and-pencil version of the test.

kesimpulan :
TOEFL adalah singkatan dari Test Of Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing. TOEFL diperkenalkan di tahun 1960 oleh ETS - Educational Testing Services. Sekarang, hampir 800.000 orang mengambil ujian TOEFL setiap tahun di seluruh dunia. TOEFL adalah produk dari Educational Testing Service (ETS). TOEFL mengevaluasi potensi keberhasilan seorang individu untuk menggunakan dan memahami bahasa Inggris standar Amerika di tingkat perguruan tinggi. TOEFL diperlukan untuk pelamar non-asli di Amerika dan banyak digunakan oleh perguruan tinggi untuk mengetahui sejauh mana kemampuannya dalam bahasa inggris. TOEFL digunakan untuk tes standar bahasa Inggris untuk tujuan akademik, dan umumnya digunakan dalam program universitas sebagai patokan kemahiran dalam bahasa Inggris untuk persyaratan masuk. Empat keterampilan diuji dalam TOEFL: Listening, Struktur, Membaca, dan Menulis. Dalam waktu dekat, Berbicara akan ditambahkan dan Struktur ditiadakan. Tes itu sendiri berlangsung sekitar empat jam, termasuk komputer (wajib) tutorial.

Rabu, 05 Januari 2011

Complaint Letter

An effective complaint letter is short and to the point and includes documentation. Written correctly it can also help make your voice heard and achieve your goals.

How to write a complaint letter that gets results
Keep in mind that most errors are unintentional
and realize that most businesses and organizations want to address and clear up complaints quickly in order to have satisfied customers or members.

Address your letter to a specific person
Letters addressed to "Dear Sir" or "To Whom it May Concern" are not as effective and will likely not reach the right person. Call ahead and ask for the name of the manager and his or her administrative assistant. Writing to the assistant may ensure your letter reaches the manager.

Begin your letter on a positive tone
Consider how you'd react if an angry customer approaches you and shouts obscenities versus someone who smiles who begins the conversion with compliments.

Be brief
Keep your complaint letter to one page, and write short paragraphs rather than long ones.

Be honest and straightforward
Include sufficient detail to back up your claim and to show that you have thoroughly researched the subject. However, omit irrelevant details.

Maintain a firm but respectful tone, and avoid aggressive, accusing language
Keep your complaint letter concise and professional.

Send only photocopies of receipts and other documents, and retain all originals
Keep a copy of the complaint letter for your records.

Get other signatures
In many cases, you can increase the effectiveness of your letter by getting several others to sign it with you. This is particularly the case when trying to influence or change legislation, denouncing material from the media, and so forth.

Do not threaten!
If a company has repeatedly given you bad service and refuses to correct the situation and you feel that your only recourse is to pursue legal action, voice your feelings in a tactful but firm way. However, don't threaten legal action unless you are willing to follow through with it.

Avoid making generalizations
about the company or organization if your complaint letter focuses on a single individual.

Use tact, and be direct, but respectful
If you need to make a complaint to or about people that you will still have contact with on a regular basis, your complaint needs to accomplish its purpose without destroying the relationship.

Include your contact information
Include your name, address, phone number, and e-mail address, if desired, so that the person(s) can reach you to discuss any questions or concerns.

If a first letter does not bring action, assume a stronger but still respectful tone in the next one.
If two or three letters do not resolve the problem, send one to the president or CEO of the company or entity. In each case, be firm but polite.



With a well-written complaint letter you can:
• Clearly make your complaint to the person(s) involved.
• State plainly and directly your reason(s) for making the complaint.
• Indicate what the reader can or should do to address your complaint, and specify how long you are willing to wait to have your complaint resolved. (Be reasonable.)
• Communicate clearly, but respectfully, that you are dissatisfied with the service you have received.
• Explain why your suggestion or request for retribution should be granted (if you made one).
• Make your concerns known to politicians and bureaucrats. (Note: Your letter is more likely to be answered if you discuss specific concerns rather than political issues.)

Writing complaints letters - examples of how to write good complaints letters

Additional UK Consumer Protection Regulations became effective on 26 May 2008.
Whether you are are complaining as a consumer or responding to consumer complaints, these far-reaching new regulations which might affect your position.
Here is a summary of these regulations and their implications.
Here are simple tips, templates and examples for writing good complaints letters. This approach to complaints letter-writing is effective for private consumers and for business-to-business customers who seek positive outcomes from writing letters of complaint. The principles apply to complaints emails and phone calls too, although letters remain generally the most reliable and effective way to complain, especially for serious complaints.
Effective complaints letters (and any other way of complaining) should be:
• concise
• authoritative
• factual
• constructive
• friendly
Imagine you are the person receiving customers' letters of complaints. This helps you realise that the person reading your letter is a real human being with feelings, trying to do their job to the best of their abilities. Your letter should encourage them to respond positively and helpfully to the complaint. No matter how mad you feel, aggression and confrontation does not encourage a helpful reaction to complaints.
Good complaints letters with the above features tend to produce better outcomes:
• Concise letters can be understood quickly.
• Authoritative letters - letters that are well written and professionally presented - have more credibility and are taken more seriously.
• Factual letters enable the reader to see immediately the relevant details, dates, requirements, etc., and to justify action to resolve the complaint.
• Constructive letters - with positive statements, suggesting positive actions - encourage action and quicker decisions.
• Friendly letters - with a considerate, cooperative and complimentary tone - are prioritised because the reader responds positively to the writer and wants to help.
These complaints methods are based on cooperation, relationships, constructive problem-solving, and are therefore transferable to phone and face-to-face complaints.
See the customer service code of practice and tips, to understand more about the organization's view of complaints handling.
What are the tips and secrets of effective complaints letter writing?
(Please note that UK English tends to prefer the spelling ISE in words such as apologise, organise, etc., whereas US English prefers IZE. Obviously in your letters use the appropriate spelling for your particular audience.)







Complaint Letter Example
in Complaint Letters
From:
Anne Rice
689, Park View Apartments
New Jersey
To:
Mr. Thomas Morgan
Customer Service Manager
ABC Company
New Jersey
23rd June, 2008.
Ref: Defective product
Dear Mr. Morgan,
I had bought the XYZ Baking Product, receipt number 123445 from your Company on 20th June. I regret to inform you that the product is defective and my numerous verbal complaints to your personnel have yielded no results.
I request you to either replace the product with a functioning new product or refund my money within one week.
I have never been let down by any of your products in the past and I look forward to your immediate action on this occasion.
I am enclosing a copy of the Receipt to help you initiate immediate action.
Thanking You,
Sincerely,
Anne Rice

Selasa, 26 Oktober 2010

Letter Of Inquiry

We write an inquiry when we want to ask for more information concerning a product, service or other information about a product or service that interests us. These letters are often written in response to an advertisement that we have seen in the paper, a magazine, a commercial on television when we are interested in purchasing a product, but would like more information before making a decision.

Remember to place your or your company's address at the top of the letter (or use your company's letterhead) followed by the address of the company you are writing to. The date can either be placed double spaced down or to the right.

Inquiry Letter Tips:
• Begin your letter by stating who you are and giving your status or position (such as student, researcher, interested consumer, etc.), and tell how you found out about the individual or entity that you are writing to.
• Clearly state what it is that you are inquiring about and what you would like the recipient of your letter to do. Make your inquiry as specific as possible.
• You might want to briefly explain the purpose of your letter or what you hope to accomplish. Such an explanation may prompt the recipient of your letter to act more quickly.
• If appropriate, consider mentioning the letter recipient’s qualifications for responding to your inquiry (this may prompt him/her to act when he/she might otherwise be hesitant to do so). For example, you could explain that you are writing to the reader because she is a leader in her field and the accepted authority on the subject you are interested in.
• Include the date by which you need the information, services, etc., that you are requesting, and indicate that you await the reader’s response.
• Thank the person for his/her time.

Example Template
[SENDER'S NAME]
[SENDER'S ADDRESS]
[SENDER'S PHONE]
[SENDER'S E-MAIL]

[DATE]


[RECIPIENT W/O PREFIX]
[RECIPIENT'S TITLE]
[RECIPIENT'S COMPANY]
[RECIPIENT'S ADDRESS]

(Optional) Attention [DEPARTMENT/PERSON],

Re: [SUBJECT]

Dear [RECIPIENT W/ PREFIX]:

[CONTENT.]

[CONTENT.]


[VALEDICTION (Sincerely, Respectfully, Regards, etc.)],




[SENDER]
[SENDER'S TITLE]


Enclosures ([NUMBER OF ENCLOSURES])

example :

Sabtu, 16 Oktober 2010

5 style letter of business

1. Please explain briefly the part of the letter !

1. THE HEADING
The heading of a letter contains the street address, city, state, and the date.

2. THE INSIDE ADDRESS
In social correspondence what is known as the inside address is omitted .In correspondence it is obviously necessary. The name andaddress of the person to whom a business letter is sent is placed at the left-hand side of the letter sheet below the heading,

3. THE SALUTATION
The salutation, or complimentary address to the person to whom the letter is written, in a social letter should begin at the left-hand side of the sheet about half an inch below the heading and an inch from the edge of the paper.

4. THE BODY OF THE LETTER
In the placing of a formal note it must be arranged so that the complete note appears on the first page only. The social letter is either formal or informal. The formal letter must be written according to certain established practice. It is the letter used for invitations to formal affairs, for announcements, and for the acknowledgment of these letters. The third person must always be used. If one receives a letter written in the third person one must answer in kind. It would be obviously incongruous to write. For the informal letter there are no set rules except that of courtesy, which requires that we have our thought distinctly in mind before putting it on paper. It may be necessary to pause a few moments before writing, to think out just what we want to say. A rambling, incoherent letter is not in good taste any more than careless, disheveled clothing. Spelling should be correct. If there is any difficulty in spelling, a small dictionary kept in the desk drawer is easily consulted. Begin each sentence with a capital. Start a new paragraph when you change to a new subject. Put periods (or interrogation points as required) at the ends of the sentences. It is neater to preserve a margin on both sides of the letter sheet. In the body of a business letter the opening sentence is in an important position, and this is obviously the place for an important fact. It ought in some way to state or refer to the subject of or reason for the letter, so as to get the attention of the reader immediately to the subject.

5. THE COMPLIMENTARY CLOSE
The complimentary close follows the body of the letter, about two or three spaces below it. It begins about in the center of the page under the body of the letter. Only the first word should be capitalized and a comma is placed at the end. The wording may vary according to the degree of cordiality or friendship

6. THE SIGNATURE
The signature is written below the complimentary close and a little to the right, so that it ends about at the right-hand margin

7. THE SUPERSCRIPTION
In the outside address or superscription of a letter the following forms.
3. Please find out the style of letter !
Block
In a Block format letter, (1) all text is aligned to the left margin, (2) paragraphs are not indented. 3) parts and paragraphs are separated by double or triple spacing.
Semi-Block
In a Semi-Block format letter, (1) all text is aligned to the left margin, (2) paragraphs are indented.
Modified Block
In a Modified Block format letter, (1) all text is aligned to the left margin, except for the author's address, date, and closing; and (2) paragraphs are not indented. The author's address, date, and closing are usually indented three inches from the left margin, but can be set anywhere to the right of the middle of the page, as long as all three elements are indented to the same position.
Modified Semi-Block
In a Modified Semi-Block format letter, (1) all text is aligned to the left margin, except for the author's address, date, and closing; and (2) paragraphs are indented. The author's address, date, and closing are usually indented three inches from the left margin, but can be set anywhere to the right of the middle of the page, as long as all three elements are indented to the same position.







1. Semiblock






Legend:
1. Return Address: If your stationery has a letterhead, skip this. Otherwise, type your name, address and optionally, phone number, five spaces to the right of center or flush with the right margin. Five spaces to the right of center is common. These days, it's also common to include an email address.


2. Date: Type the date five spaces to the right of center or flush with the right margin, two to six lines below the letterhead. Five spaces to the right of center and three lines below the letterhead are common. If there is no letterhead, type it where shown.

3. Reference Line: If the recipient specifically requests information, such as a job reference or invoice number, type it on one or two lines, immediately below and aligned with the Date (2). If you're replying to a letter, refer to it here. For example,
• Re: Job # 625-01
• Re: Your letter dated 1/1/200x.

4. Special Mailing Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. Examples include
• SPECIAL DELIVERY
• CERTIFIED MAIL
• AIRMAIL

5. On-Arrival Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. You might want to include a notation on private correspondence, such as a resignation letter. Include the same on the envelope. Examples are
• PERSONAL
• CONFIDENTIAL

6. Inside Address: Type the name and address of the person and/or company to whom you're sending the letter, three to eight lines below the last component you typed. Four lines are standard. If you type an Attention Line (7), skip the person's name here. Do the same on the envelope.

7. Attention Line: Type the name of the person to whom you're sending the letter. If you type the person's name in the Inside Address (6), skip this. Do the same on the envelope.

8. Salutation: Type the recipient's name here. Type Mr. or Ms. [Last Name] to show respect, but don't guess spelling or gender. Some common salutations are
• Ladies:
• Gentlemen:
• Dear Sir:
• Dear Sir or Madam:
• Dear [Full Name]:
• To Whom it May Concern:

9. Subject Line: Type the gist of your letter in all uppercase characters. Be concise on one line. If you type a Reference Line (3), consider if you really need this line. While it's not really necessary for most employment-related letters, examples are below.
• SUBJECT: RESIGNATION
• LETTER OF REFERENCE
• JOB INQUIRY

10. Body: Indent the first sentence in paragraphs five spaces. Type two spaces between sentences. Keep it brief and to the point.

11. Complimentary Close: Type this aligned with the Date (2). What you type here depends on the tone and degree of formality. For example,
• Respectfully yours (very formal)
• Sincerely (typical, less formal)
• Very truly yours (polite, neutral)
• Cordially yours (friendly, informal)

12. Signature Block: Align this block with the Complimentary Close (11). Leave four blank lines to sign your name. Sign it exactly the same as you typed it below your signature. Title is optional depending on relevancy and degree of formality. Examples are
• John Doe, Manager
• P. Smith
Director, Technical Support
• R. T. Jones - Sr. Field Engineer

13. Identification Initials: If someone typed the letter for you, he or she would typically include three of your initials in all uppercase characters, then two of his or hers in all lowercase characters. If you typed your own letter, just skip it since your name is already in the Signature Block (12). Common styles are below.
• JAD/cm
• JAD:cm
• clm

14. Enclosure Notation: This line tells the reader to look in the envelope for more. Type the singular for only one enclosure, plural for more. If you don't enclose anything, skip it. Common styles are below.
• Enclosure
• Enclosures: 3
• Enclosures (3)

15. cc: Stands for courtesy copies (formerly carbon copies). List the names of people to whom you distribute copies, in alphabetical order. If addresses would be useful to the recipient of the letter, include them. If you don't copy your letter to anyone, skip it.







2. Profesinoal









3. Block Style






4. Full Block







Legend:
1. Return Address: If your stationery has a letterhead, skip this. Otherwise, type your name, address and optionally, phone number. These days, it's common to also include an email address.

2. Date: Type the date of your letter two to six lines below the letterhead. Three are standard. If there is no letterhead, type it where shown.

3. Reference Line: If the recipient specifically requests information, such as a job reference or invoice number, type it on one or two lines, immediately below the Date (2). If you're replying to a letter, refer to it here. For example,
• Re: Job # 625-01
• Re: Your letter dated 1/1/200x.

4. Special Mailing Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. Examples include
• SPECIAL DELIVERY
• CERTIFIED MAIL
• AIRMAIL

5. On-Arrival Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. You might want to include a notation on private correspondence, such as a resignation letter. Include the same on the envelope. Examples are
• PERSONAL
• CONFIDENTIAL

6. Inside Address: Type the name and address of the person and/or company to whom you're sending the letter, three to eight lines below the last component you typed. Four lines are standard. If you type an Attention Line (7), skip the person's name here. Do the same on the envelope.

7. Attention Line: Type the name of the person to whom you're sending the letter. If you type the person's name in the Inside Address (6), skip this. Do the same on the envelope.

8. Salutation: Type the recipient's name here. Type Mr. or Ms. [Last Name] to show respect, but don't guess spelling or gender. Some common salutations are
• Ladies:
• Gentlemen:
• Dear Sir:
• Dear Sir or Madam:
• Dear [Full Name]:
• To Whom it May Concern:

9. Subject Line: Type the gist of your letter in all uppercase characters, either flush left or centered. Be concise on one line. If you type a Reference Line (3), consider if you really need this line. While it's not really necessary for most employment-related letters, examples are below.
• SUBJECT: RESIGNATION
• LETTER OF REFERENCE
• JOB INQUIRY

10. Body: Type two spaces between sentences. Keep it brief and to the point.

11. Complimentary Close: What you type here depends on the tone and degree of formality. For example,
• Respectfully yours (very formal)
• Sincerely (typical, less formal)
• Very truly yours (polite, neutral)

• Cordially yours (friendly, informal)
12. Signature Block: Leave four blank lines after the Complimentary Close (11) to sign your name. Sign your name exactly as you type it below your signature. Title is optional depending on relevancy and degree of formality. Examples are
• John Doe, Manager
• P. Smith
Director, Technical Support
• R. T. Jones - Sr. Field Engineer

13. Identification Initials: If someone typed the letter for you, he or she would typically include three of your initials in all uppercase characters, then two of his or hers in all lowercase characters. If you typed your own letter, just skip it since your name is already in the Signature Block (12). Common styles are below.
• JAD/cm
• JAD:cm
• clm

14. Enclosure Notation: This line tells the reader to look in the envelope for more. Type the singular for only one enclosure, plural for more. If you don't enclose anything, skip it. Common styles are below.
• Enclosure
• Enclosures: 3
• Enclosures (3)

15. cc: Stands for courtesy copies (formerly carbon copies). List the names of people to whom you distribute copies, in alphabetical order. If addresses would be useful to the recipient of the letter, include them. If you don't copy your letter to anyone, skip it.





5. Standart

Jumat, 15 Oktober 2010

5 Style Letter Of Business

1. What do to know about business communition?
Communication is a process whereby information is enclosed in a package and is channeled and imparted by a sender to a receiver via some medium. The receiver then decodes the message and gives the sender a feedback. All forms of communication require a sender, a message, and an intended recipient, however the receiver need not be present or aware of the sender's intent to communicate at the time of communication in order for the act of communication to occur. Communication requires that all parties have an area of communicative commonality. There are auditory means, such as speech, song, and tone of voice, and there are nonverbal means, such as body language, sign language, paralanguage, touch, eye contact, through media, i.e., pictures, graphics and sound, and writing.
A business (also known as company, enterprise, or firm) is a legally recognized organization designed to provide goods, services, or both to consumers or tertiary business in exchange for money.Businesses are predominant in capitalist economies, in which most businesses are privately owned and typically formed to earn profit that will increase the wealth of its owners.
Jadi komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia bisnis yang mencakup berbagai macam jenis dan bentuk komunikasi untuk mencapai tujuan bisnis dan karena Komunikasi bisnis ini merupakan komunikasi yang terjadi di dunia bisnis, jadi kita tidak boleh melanggar norma-norma yang ditetapkan oleh dunia bisnis ketika melakukan komunikasi. So business communication is communication that is used in the business world that includes various types and forms of communication to achieve business objectives and because this business communication is communication that occurs in the business world, so we must not violate the norms set by the business world while performing communication. Biasanya komunikasi bisnis memiliki aturan yang ketat, keras, formal, terstatndar dan tanpa toleransi. Usually, business communication has strict rules, hard, formal, standart and intolerant.

2. Please explain briefly the part of the letter !
1. THE HEADING
The heading of a letter contains the street address, city, state, and the date.
2. THE INSIDE ADDRESS
In social correspondence what is known as the inside address is omitted .In correspondence it is obviously necessary. The name andaddress of the person to whom a business letter is sent is placed at the left-hand side of the letter sheet below the heading,
3. THE SALUTATION
The salutation, or complimentary address to the person to whom the letter is written, in a social letter should begin at the left-hand side of the sheet about half an inch below the heading and an inch from the edge of the paper.
4. THE BODY OF THE LETTER
In the placing of a formal note it must be arranged so that the complete note appears on the first page only. The social letter is either formal or informal. The formal letter must be written according to certain established practice. It is the letter used for invitations to formal affairs, for announcements, and for the acknowledgment of these letters. The third person must always be used. If one receives a letter written in the third person one must answer in kind. It would be obviously incongruous to write. For the informal letter there are no set rules except that of courtesy, which requires that we have our thought distinctly in mind before putting it on paper. It may be necessary to pause a few moments before writing, to think out just what we want to say. A rambling, incoherent letter is not in good taste any more than careless, disheveled clothing. Spelling should be correct. If there is any difficulty in spelling, a small dictionary kept in the desk drawer is easily consulted. Begin each sentence with a capital. Start a new paragraph when you change to a new subject. Put periods (or interrogation points as required) at the ends of the sentences. It is neater to preserve a margin on both sides of the letter sheet. In the body of a business letter the opening sentence is in an important position, and this is obviously the place for an important fact. It ought in some way to state or refer to the subject of or reason for the letter, so as to get the attention of the reader immediately to the subject.
5. THE COMPLIMENTARY CLOSE
The complimentary close follows the body of the letter, about two or three spaces below it. It begins about in the center of the page under the body of the letter. Only the first word should be capitalized and a comma is placed at the end. The wording may vary according to the degree of cordiality or friendship
6. THE SIGNATURE
The signature is written below the complimentary close and a little to the right, so that it ends about at the right-hand margin
7. THE SUPERSCRIPTION
In the outside address or superscription of a letter the following forms.
3. Please find out the style of letter !
Block
In a Block format letter, (1) all text is aligned to the left margin, (2) paragraphs are not indented. 3) parts and paragraphs are separated by double or triple spacing.
Semi-Block
In a Semi-Block format letter, (1) all text is aligned to the left margin, (2) paragraphs are indented.
Modified Block
In a Modified Block format letter, (1) all text is aligned to the left margin, except for the author's address, date, and closing; and (2) paragraphs are not indented. The author's address, date, and closing are usually indented three inches from the left margin, but can be set anywhere to the right of the middle of the page, as long as all three elements are indented to the same position.
Modified Semi-Block
In a Modified Semi-Block format letter, (1) all text is aligned to the left margin, except for the author's address, date, and closing; and (2) paragraphs are indented. The author's address, date, and closing are usually indented three inches from the left margin, but can be set anywhere to the right of the middle of the page, as long as all three elements are indented to the same position.






















1. semiblock


Legend:
1. Return Address: If your stationery has a letterhead, skip this. Otherwise, type your name, address and optionally, phone number, five spaces to the right of center or flush with the right margin. Five spaces to the right of center is common. These days, it's also common to include an email address.
2. Date: Type the date five spaces to the right of center or flush with the right margin, two to six lines below the letterhead. Five spaces to the right of center and three lines below the letterhead are common. If there is no letterhead, type it where shown.
3. Reference Line: If the recipient specifically requests information, such as a job reference or invoice number, type it on one or two lines, immediately below and aligned with the Date (2). If you're replying to a letter, refer to it here. For example,
• Re: Job # 625-01
• Re: Your letter dated 1/1/200x.
4. Special Mailing Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. Examples include
• SPECIAL DELIVERY
• CERTIFIED MAIL
• AIRMAIL
5. On-Arrival Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. You might want to include a notation on private correspondence, such as a resignation letter. Include the same on the envelope. Examples are
• PERSONAL
• CONFIDENTIAL
6. Inside Address: Type the name and address of the person and/or company to whom you're sending the letter, three to eight lines below the last component you typed. Four lines are standard. If you type an Attention Line (7), skip the person's name here. Do the same on the envelope.
7. Attention Line: Type the name of the person to whom you're sending the letter. If you type the person's name in the Inside Address (6), skip this. Do the same on the envelope.
8. Salutation: Type the recipient's name here. Type Mr. or Ms. [Last Name] to show respect, but don't guess spelling or gender. Some common salutations are
• Ladies:
• Gentlemen:
• Dear Sir:
• Dear Sir or Madam:
• Dear [Full Name]:
• To Whom it May Concern:
9. Subject Line: Type the gist of your letter in all uppercase characters. Be concise on one line. If you type a Reference Line (3), consider if you really need this line. While it's not really necessary for most employment-related letters, examples are below.
• SUBJECT: RESIGNATION
• LETTER OF REFERENCE
• JOB INQUIRY
10. Body: Indent the first sentence in paragraphs five spaces. Type two spaces between sentences. Keep it brief and to the point.
11. Complimentary Close: Type this aligned with the Date (2). What you type here depends on the tone and degree of formality. For example,
• Respectfully yours (very formal)
• Sincerely (typical, less formal)
• Very truly yours (polite, neutral)
• Cordially yours (friendly, informal)
12. Signature Block: Align this block with the Complimentary Close (11). Leave four blank lines to sign your name. Sign it exactly the same as you typed it below your signature. Title is optional depending on relevancy and degree of formality. Examples are
• John Doe, Manager
• P. Smith
Director, Technical Support
• R. T. Jones - Sr. Field Engineer
13. Identification Initials: If someone typed the letter for you, he or she would typically include three of your initials in all uppercase characters, then two of his or hers in all lowercase characters. If you typed your own letter, just skip it since your name is already in the Signature Block (12). Common styles are below.
• JAD/cm
• JAD:cm
• clm
14. Enclosure Notation: This line tells the reader to look in the envelope for more. Type the singular for only one enclosure, plural for more. If you don't enclose anything, skip it. Common styles are below.
• Enclosure
• Enclosures: 3
• Enclosures (3)
15. cc: Stands for courtesy copies (formerly carbon copies). List the names of people to whom you distribute copies, in alphabetical order. If addresses would be useful to the recipient of the letter, include them. If you don't copy your letter to anyone, skip it.











2. Full Block

Legend:
1. Return Address: If your stationery has a letterhead, skip this. Otherwise, type your name, address and optionally, phone number. These days, it's common to also include an email address.
2. Date: Type the date of your letter two to six lines below the letterhead. Three are standard. If there is no letterhead, type it where shown.
3. Reference Line: If the recipient specifically requests information, such as a job reference or invoice number, type it on one or two lines, immediately below the Date (2). If you're replying to a letter, refer to it here. For example,
• Re: Job # 625-01
• Re: Your letter dated 1/1/200x.
4. Special Mailing Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. Examples include
• SPECIAL DELIVERY
• CERTIFIED MAIL
• AIRMAIL
5. On-Arrival Notations: Type in all uppercase characters, if appropriate. You might want to include a notation on private correspondence, such as a resignation letter. Include the same on the envelope. Examples are
• PERSONAL
• CONFIDENTIAL
6. Inside Address: Type the name and address of the person and/or company to whom you're sending the letter, three to eight lines below the last component you typed. Four lines are standard. If you type an Attention Line (7), skip the person's name here. Do the same on the envelope.
7. Attention Line: Type the name of the person to whom you're sending the letter. If you type the person's name in the Inside Address (6), skip this. Do the same on the envelope.
8. Salutation: Type the recipient's name here. Type Mr. or Ms. [Last Name] to show respect, but don't guess spelling or gender. Some common salutations are
• Ladies:
• Gentlemen:
• Dear Sir:
• Dear Sir or Madam:
• Dear [Full Name]:
• To Whom it May Concern:
9. Subject Line: Type the gist of your letter in all uppercase characters, either flush left or centered. Be concise on one line. If you type a Reference Line (3), consider if you really need this line. While it's not really necessary for most employment-related letters, examples are below.
• SUBJECT: RESIGNATION
• LETTER OF REFERENCE
• JOB INQUIRY
10. Body: Type two spaces between sentences. Keep it brief and to the point.
11. Complimentary Close: What you type here depends on the tone and degree of formality. For example,
• Respectfully yours (very formal)
• Sincerely (typical, less formal)
• Very truly yours (polite, neutral)
• Cordially yours (friendly, informal)
12. Signature Block: Leave four blank lines after the Complimentary Close (11) to sign your name. Sign your name exactly as you type it below your signature. Title is optional depending on relevancy and degree of formality. Examples are
• John Doe, Manager
• P. Smith
Director, Technical Support
• R. T. Jones - Sr. Field Engineer
13. Identification Initials: If someone typed the letter for you, he or she would typically include three of your initials in all uppercase characters, then two of his or hers in all lowercase characters. If you typed your own letter, just skip it since your name is already in the Signature Block (12). Common styles are below.
• JAD/cm
• JAD:cm
• clm
14. Enclosure Notation: This line tells the reader to look in the envelope for more. Type the singular for only one enclosure, plural for more. If you don't enclose anything, skip it. Common styles are below.
• Enclosure
• Enclosures: 3
• Enclosures (3)
15. cc: Stands for courtesy copies (formerly carbon copies). List the names of people to whom you distribute copies, in alphabetical order. If addresses would be useful to the recipient of the letter, include them. If you don't copy your letter to anyone, skip it.
































3. Block Style

__________
__________ heading : address and the date

__________

__________
_________________
______________ inside address : the name and address of the person
__________ to whom you are writing

_____________ greeting

_________________________________________________
___________________________________________________________
_____________________________________________________

______________________________________________
__________________________________________
__________________________________________________

________________________________________________________ body
_____________________________________________________
_________________________________________________________

_____________________________________________________

_____________ complimentary closing


signature

____________














4. Standart

________________ date


________ address and the name to whom you are writing
___________
___________


_________ greeting

______________________________________________
__________________________________________________
____________________________________________________ Title
______________________________________________________

________________________________________________
_________________________________________________ attention
____________________________________________________
_______________________________________________________
_________________________________________________________

_______________________
_________________________
____________________________
__________________________________
________________________________________

______________ complimentary closing



signature

_____________